• 25

    Jun

    Rian's daily - Part 7

    Mereka berdua membawakan minum dan kue kering ke ruang tamu. Setengah jam kemudian, setelah obrolan obrolan kosong ‘tan.. sebenernya ada yang mau saya bicarakan’, ucap angga serius. Rian tahu apa yang akan diucapkannya, berpura pura permisi ke belakang, sungguh ia tak tahan mendengar semua kebohongan yang akan diucapkan angga. Ia berharap, andai angga tak berbohong, tentu ia akan sangat bahagia. Ia bersandar di balik dinding ruang tamu. Tetap mendengarkan walau sebenarnya ingin berlari ke kamar. ‘melamar rian??’, ibunya agak terkejut dengan permintaan angga. ‘iya..maaf angga datang sendiri, sebab saya hanya punya satu kerabat, dia ibu saya, ayah saya anak tunggal dan sudah meninggal dunia dan sekarang saya tinggal bersama ibu saya di bandung, dia sedang be
  • 28

    Dec

    Rian's daily - Part 6

    ‘wwhhoooaaahh….’, rian merasa lebih baik saat bangun, jam berapa yah sekarang…, pikirnya. Ia bangun melihat jam tangannya.. jam 9?? Malem apa pagi nih? Pikirnya.. saat ia akan turun dari tempat tidurnya. Ia melihat angga tertidur di kursi si samping ranjangnya. Angga terbangun, mungkin karena ia belum benar benar pulas. ‘eh udah bangun yah..’, ucap angga sambil berdiri. ‘lo mau apa? Laper yah.. gw bawain makanan ke sini yah .. tunggu bentar.’, ucapnya lagi. ‘thanks yah..’, ucap rian sambil tersenyum. Rian benar benar manis saat tersenyum, baru kali ini angga melihat rian senyum setenang ini, rambutnya yang sebahu terurai dengan wajah tanpa kosmetik, tetap memperlihatkan bulu matanya yang lentik, bibirnya yang tipis, hidungnya
  • 25

    Dec

    Rian's daily - Part 5

    Di rumah…. ‘gimana wahyu?’, tanya ibu rian suatu hari. ‘dia baik..’, jawabnya cuek sambil mengunyah apel, dan kaki naik satu ke atas sofa. Dia asyik membaca novel pemberian nita. Hadiah karena menemani dia menangis katanya. Nita sangat pencemburu, saat melihat indra tertawa berdua seorang wanita ia menangis sejadi jadi nya pada rian. Tapi masalah itu tak berlangsung lama, karena saat nita tak mau pulang bersama indra, rian menceritakan segalanya. Dengan murung indra mengatakan sebenarnya ia mau memberi kejutan pada istrinya itu, wanita itu adalah teman SMA nya yang kini kerja di property. Indra berencana memberi hadiah rumah untuk istrinya. Berharap, mereka dapat langsung menghuninya berdua. Ya.. seperti biasa.. senang dan sedih adalah tangisan bagi nita..
  • 17

    Dec

    Rian's daily - Part 4

    Hari minggu, ~~~drrrrr.. drrr… ~~~ handphone kecil milik rian bergetar, ia mengangkatnya dengan malas, “assalamualaikum…”, ucapnya “waalaikumsalam cantik…”, jawab suara di ujung telepon. Spontan wajah rian merengut mengenal suara itu. “ada apa?”, tanyanya tanpa basa basi. ‘ nanti mau aku jemput jam berapa? acara nita hari ini kan?’, ucap wahyu sama riangnya dengan caranya menjawab salam. ‘ o My God.. I forget it’, ucap rian dalam hati. ‘ga usah.. udah ada barengan …’, ucap rian lagi, walau itu hanya alasan saja. ‘oh…’, jawab wahyu singkat, membuat rian berfikir caranya berhasil, ia tersenyum. ‘okey.. kita ketemu di tempat nita, yah. Gw pengen tau cowo kaya apa y
  • 16

    Dec

    Rian's daily - Part 3

    Paginya.. ‘mandi sana.. perempuan kok bangun siang!’, tegur ibunya dari meja makan, melihat jam 7 rian baru turun dari kamarnya. Malas berdebat.. dia ambil handuk, lalu ke kamar mandi. Lama dia ada disana.. sampai ibunya berfikir dia tertidur di sana. ‘Ca.. cepetan dong.. bantuin ibu’, teriak ibunya.. masih enggan menjawab..dia kembali ke kamarnya, mengenakan kaos U2 hitam kesayangannya, dan jeans belel kegemarannya. Turun tuk sarapan. ‘Ca.. kamu pake baju apa siy.. ganti sana.. duh.. kamu itu kita kan hari ini mau pergi ke rumah bude di Cibinong.. ‘, omelnya sambil melotot. ‘duh..maaf bu ca lupa.. ‘, jawabnya, dan itu tidak bohong, menangis semalaman benar benar membuatnya lelah. Kali ini rian memilih long dress tanpa lengan warna hit
- Next

Author

Follow Me

Search

Recent Post