Positif kah diri ini? atau terlalu Naif?

21 Dec 2011

Judul yang aneh? hmm..mungkin karena diri ini memang sedang dalam “masa” aneh (jangan tanya.. yang nulis aja bingung… o.O ) . Seringkali saat membaca artikel online, diri ini suka men-scroll (aduh maaf, apa yah bahasa indonesianya..hiks.. :’( udah “aneh”, bahasa sendiri pun lupa) kursor sampai ke bagian “komentar” atau “comment”.

Dilihat dari banyak komentar yang bertaburan di sana, lho kok yang diri ini rasa.. “setiap artikel menghasilkan perkelahian dunia maya” (aaahh… lebay nya fikiran ini.. itu yang biasanya saya katakan sambil menekan tombol x di ujung kanan layar komputer “hadeeuhh.. lebay dah pemilihan kata - katanya…hehehehe)

kitten-fight

kalau manusia berkelahi bisa terlihat seimut mereka, mungkin itu nilai positif.. Tapi memangnya ada orang berantem terlihat imut? heehehe.. maaf, kebanyakan manusia terlihat menyeramkan saat marah, apalagi berantem.

Entah di yahoo.co.id, di kompas.com, detik.com bertaburan perkelahian tak terlihat (heheheh… perkelahian kata - kata), entah itu saling menyinggung agama, suku, kebangsaan, pemerintah, bahkan hobi seperti penggemar Kpop, Jpop, Ipop (yaaahh seperti itulah), bahkan kritikan tajam kepada penulis berita. hmm.. sekadar kritikan kah? atau luapan emosi dari alam nyata (a.k.a kegiatan sehari hari) yang diluapkan di dunia maya?

Bagaimana dengan saya? hehehe.. saya hanya penikmat saja. Jarang sekali memberi komentar atau menjawab komentar. Sekadar memberi “jempol” kepada pemberi komentar paling sopan walaupun ia mengkritik sekalipun. Saya sadar “tulisan” itu dapat di tafsirkan bermacam - macam oleh beraneka pembaca. Maksudnya gimana siy des? bikin bingung aja…

Maksud saya adalah.. seperti kalimat “Saya lulusan fakultas ekonomi, Universitas di amerika. menurut saya…. “

Nah kalimat seperti itu yang kalau dibaca, datar dan tanpa emosi, akan berarti “PERKENALAN” semata. Tapi, saat pembaca lain membacanya disertai intonasi (walau tanpa diucapkan) agak tinggi, maka kalimat tersebut menjadi memiliki arti “SOMBONG”. Hasilnya… maka komentar yang bisa saja baik itu, menjadi perdebatan, disanggah dengan agak tajam, bahkan jadi perkelahian pendapat di dunia maya.

hadeuuuhh… masuk ke kolom gosip, ternyata lebih rame. Adu comment antara penggemar dan bukan penggemar, ruame. Bukannya ingin sok pintar, tapi apa tidak lebih baik memberi komentar dengan lebih bertanggungjawab. Walaupun mengkritik, tapi tetap menggunakan norma kesopanan (aih.. nenek nenek sekaleee diri ini.. ). Dan saya pribadi lebih suka menghindari perdebatan mengenai SARA, Apalagi A yang artinya AGAMA.

Indonesia, negara yang berisi beragam macam manusia, dari sifat, budaya, sampai kepercayaan. Tak adakah yang berfikir saling menjelek - jelekkan agama itu tidak lah berguna, bahkan merugikan? Rugi seperti apa? itu artinya Indonesia mudah dipecah belah melalui aspek ini. Semoga hati nurani semua saudara di Negeri Ini tidak sepanas issue issue di dalamnya, sehingga masih bisa berfikir tenang dan bersikap menjaga kesatuan.

haaadeuuuhh.. ultah ke-24 mikirin negara? saya bener - bener sudah tua ternyata.. hehehehe


TAGS kata desmar cuma sekedar tulisan Cuma sekedar kata


-

Author

Follow Me

Search

Recent Post